China-Australia Berupaya Perkuat Hubungan di Tengah Ketegangan Maritim
fam68 – Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, pada Senin (27/10) menekankan pentingnya membangun hubungan yang stabil dengan China meskipun berbagai ketegangan regional masih berlangsung. Pernyataan ini disampaikan saat pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri China, Li Qiang, di sela-sela KTT ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia.
Li menyatakan bahwa Beijing siap memperkuat kemitraan strategis dan membuka jalur kerja sama yang lebih luas dengan Australia. Albanese, yang sebelumnya mengunjungi China pada Juli, menegaskan bahwa Canberra ingin menjaga dialog tetap terbuka dan fokus pada proyek kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan, dan energi, sambil meminimalkan risiko kesalahpahaman di kawasan Asia-Pasifik.
Namun, hubungan kedua negara tetap menghadapi tantangan di Laut China Selatan. Australia baru-baru ini menyoroti insiden di mana jet tempur China menjatuhkan flare di dekat pesawat patroli Australia. Albanese menyampaikan kekhawatiran ini secara langsung kepada Li. Beijing membantah adanya pelanggaran dan menuduh Australia menafsirkan situasi secara salah.
Pemerintah Australia menekankan pentingnya prosedur keamanan yang jelas dan saling menghormati dalam operasi militer di wilayah sengketa. Albanese menekankan bahwa dialog yang terus menerus dengan Beijing sangat penting untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
Kesimpulan:
Meski ketegangan maritim masih membayangi, Australia dan China berupaya memperkuat hubungan diplomatik dan strategis. Keduanya sepakat untuk menjaga jalur komunikasi terbuka dan meningkatkan kerja sama, sambil tetap waspada terhadap potensi konflik di Laut China Selatan.





