Akses Terputus, Warga Tapsel Bertahan Tanpa Bantuan di Hari Keempat Banjir
Fam68 – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) sejak awal pekan menyebabkan sejumlah desa di Kecamatan Angkola Sangkunur, Batang Toru, dan Muara Batang Toru terendam. Hingga Kamis (4/12/2025), warga menyebut kondisi di lapangan masih memprihatinkan karena bantuan belum mencapai banyak titik.
“Air semakin tinggi sejak tadi malam. Kami bertahan seadanya. Belum ada bantuan dari mana pun yang masuk,” kata Indra, warga Desa Marancar.
Rumah Terendam, Warga Mengungsi Secara Mandiri
Sebagian warga memutuskan mengungsi ke rumah keluarga dan musala yang berada di dataran lebih tinggi. Belum ada posko pengungsian terpusat karena akses utama masih terputus.
“Kami pindah sendiri ke rumah saudara. Tidak ada tenda atau dapur umum yang disediakan,” ujar warga Muara Batang Toru.
Listrik Belum Stabil, Komunikasi Terganggu
Di beberapa desa, aliran listrik padam sejak hari kedua banjir. Warga kesulitan mengisi baterai ponsel dan menghubungi keluarga di luar daerah.
“Kadang hidup, kadang mati. Kalau mati, sinyal langsung hilang. Kita susah komunikasi,” ungkap seorang warga.
Akses Jalan Banyak Rusak, Distribusi Tertahan
Material banjir berupa lumpur dan bebatuan menutup sejumlah jalur penghubung kecamatan. Jalan menuju Sangkunur bahkan terputus di dua titik akibat badan jalan amblas.
“Truk bantuan belum bisa masuk. Jalan licin dan sebagian terputus,” jelas seorang perangkat desa.
Warga terpaksa menggunakan perahu kecil untuk menyeberangi ruas jalan yang berubah seperti sungai.
Warga Mengandalkan Persediaan Makanan Sendiri
Karena belum ada logistik resmi, warga memakai stok makanan masing-masing. Beras, mie, dan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak.
“Beras tinggal sedikit. Kalau dua hari lagi tidak ada bantuan, kami benar-benar kesulitan,” kata seorang ibu rumah tangga di Angkola Sangkunur.
BPBD Tapsel Masih Melakukan Pendataan
BPBD Tapanuli Selatan menyebut tim gabungan masih mengumpulkan data wilayah terdampak dan mencoba mencari jalur alternatif agar bantuan bisa masuk.
“Kami fokus memetakan akses mana yang bisa dilalui. Kondisi di lapangan cukup menantang,” ujar pejabat BPBD dalam keterangannya.
Kesimpulan
Banjir di Tapanuli Selatan masih berlangsung dengan dampak cukup luas di tiga kecamatan. Hingga saat ini, banyak warga belum menerima bantuan karena akses jalan terputus dan kondisi cuaca masih buruk. Pemerintah daerah sedang melakukan pendataan serta mencari jalur alternatif untuk memastikan bantuan bisa segera disalurkan.





