Home / Rumah terkini / Rumah Ramah Lingkungan Jadi Prioritas Baru Milenial dan Gen Z

Rumah Ramah Lingkungan Jadi Prioritas Baru Milenial dan Gen Z

Generasi Muda Tertarik Investasi di Rumah Ramah Lingkungan

Fam68 – Kepedulian terhadap lingkungan kini bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan bagi generasi Milenial dan Gen Z. Hunian ramah lingkungan atau green living semakin menarik perhatian, terutama bagi mereka yang ingin menggabungkan kenyamanan hidup dengan gaya hidup berkelanjutan.

Rumah ramah lingkungan sendiri merupakan hunian yang dirancang untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan sekaligus menghemat energi. Langkah-langkahnya bisa berupa penggunaan panel surya, sistem daur ulang air hujan, hingga material bangunan yang minim emisi karbon.

Menurut survei terbaru dari Properti Indonesia, sekitar 62% Milenial mempertimbangkan aspek keberlanjutan saat memilih rumah. Hal ini meliputi sirkulasi udara yang baik, pencahayaan alami yang maksimal, dan penggunaan bahan bangunan yang ramah lingkungan. Sementara itu, 40% responden menyatakan mereka ingin rumah yang hemat energi agar biaya listrik dan air bisa ditekan.

Data dari Green Energy Research menyebutkan 79% Gen Z di kawasan Asia Tenggara ingin tinggal di rumah dengan fasilitas energi terbarukan. Selain itu, 81% responden Gen Z juga memilih hunian yang dekat dengan transportasi publik atau jalur sepeda, sehingga mobil pribadi bukan lagi kebutuhan utama.


Kendala Generasi Muda dalam Mewujudkan Rumah Impian

Meskipun minat terhadap rumah ramah lingkungan tinggi, ada sejumlah kendala yang dihadapi Milenial dan Gen Z:

  1. Harga Properti yang Meningkat
    Lonjakan harga properti, terutama di kota besar, membuat banyak Milenial dan Gen Z kesulitan membeli rumah. Akibatnya, mereka cenderung menunda pembelian atau memilih menyewa properti dengan harga lebih terjangkau.

  2. Stabilitas Finansial
    Tidak semua generasi muda memiliki pendapatan tetap yang memungkinkan membeli rumah hijau. Banyak yang masih fokus menabung atau mencari investasi lain sebelum memiliki rumah sendiri. Strategi umum yang dipilih adalah menyewa rumah hemat energi atau tinggal di co-living space yang ramah lingkungan.


Tips Memilih Hunian Ramah Lingkungan yang Tepat

Hunian ramah lingkungan bukan hanya soal memiliki taman atau banyak pohon. Elemen keberlanjutan harus diterapkan mulai dari desain hingga material.

Ahli properti Hijau, Arief Nugroho, menyarankan agar developer memperhatikan sirkulasi udara, pencahayaan alami, dan sistem energi terbarukan. “Rumah yang dirancang dengan ventilasi baik dan memanfaatkan cahaya matahari bisa mengurangi penggunaan AC dan lampu secara signifikan,” ujarnya pada Green Property Summit 2025.

Selain itu, penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) dan ruang terbuka biru (RTB) penting untuk menyerap air hujan. Air yang dikumpulkan bisa disaring dan digunakan kembali, sesuai prinsip sustainability. Pengelolaan sampah dengan daur ulang juga menjadi kunci agar hunian benar-benar mendukung konsep green living.

Tak kalah penting, pemilihan material bangunan ramah lingkungan membantu menurunkan jejak karbon dan memastikan rumah tidak hanya nyaman tetapi juga eco-friendly. Dengan begitu, rumah hijau menjadi investasi jangka panjang yang bermanfaat bagi penghuni sekaligus lingkungan.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *