Home / Kebakaran / Pasca Kebakaran Gedung Sudirman, Dinkes DKI Fokus pada Perawatan dan Pendampingan Korban

Pasca Kebakaran Gedung Sudirman, Dinkes DKI Fokus pada Perawatan dan Pendampingan Korban

Pemprov DKI Laporkan Kondisi Korban Kebakaran di Gedung Perkantoran Sudirman

fam68 – Jakarta – Puluhan pekerja yang menjadi korban kebakaran di Gedung Perkantoran Sudirman masih menjalani perawatan intensif di berbagai rumah sakit di Jakarta. Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat hingga Sabtu sore (9/11/2025), sebanyak 22 orang masih dirawat, sementara korban lain sudah diperbolehkan pulang atau menjalani perawatan jalan.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyatakan total terdapat 76 korban yang membutuhkan penanganan medis pasca kebakaran tersebut. Dari jumlah itu, 22 pasien menjalani rawat inap, 54 pasien lain mendapatkan penanganan jalan atau telah pulang ke rumah.

RS Siloam Kebon Jeruk menjadi rumah sakit yang menampung korban terbanyak, dengan total 30 pasien, terdiri dari 12 pasien rawat inap dan 18 pasien yang telah diperbolehkan pulang. RS Mitra Keluarga menangani 18 pasien, 10 di antaranya sempat menjalani rawat inap. RSUD Cipto Mangunkusumo menampung 8 pasien, dengan 2 pasien masih dalam perawatan.

Selain di rumah sakit, 20 korban mendapat penanganan di fasilitas kesehatan primer, seperti Puskesmas Setiabudi dan Klinik Harapan Bunda. Semua pasien yang ditangani di puskesmas kini telah menerima perawatan lanjutan atau dirujuk ke rumah sakit jika kondisinya memerlukan observasi lebih intensif.

Kondisi Medis Korban

Ani menjelaskan, mayoritas korban mengalami luka bakar ringan hingga sedang, iritasi saluran pernapasan akibat asap, dan beberapa mengalami syok psikologis.

“Sebagian besar korban mengalami luka bakar di area tangan dan wajah, serta gangguan pernapasan karena asap. Semua telah mendapatkan perawatan sesuai standar medis,” ujar Ani.

Dukungan Psikologis

Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan juga menyiapkan layanan psikologis untuk membantu korban dan keluarga mengatasi trauma pasca insiden. Pendampingan ini dilakukan bekerja sama dengan psikolog dan tenaga kesehatan dari rumah sakit serta puskesmas di Jakarta.

Selain itu, layanan JakCare tetap dibuka untuk konsultasi online terkait dukungan psikologis dan sosial bagi korban.

“Pendampingan ini penting agar korban dan keluarga merasa aman, diperhatikan, dan mendapatkan dukungan emosional yang berkelanjutan,” tambah Ani.

Berita viral

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *