Rotasi Graham Potter Dinilai Berlebihan, Pemain Brighton Diharapkan Lebih Tegas
FAM68 – Mantan gelandang Inggris, Paul Scholes, memberikan komentar pedas terkait kebijakan rotasi yang dijalankan Graham Potter di Brighton & Hove Albion. Ia menilai keputusan Potter untuk terlalu sering mengganti pemain inti bisa mengganggu stabilitas tim.
Komentar itu muncul setelah Brighton ditahan imbang 2-2 oleh Sevilla di Liga Europa, Kamis malam waktu setempat. Dalam pertandingan itu, Potter melakukan lima pergantian posisi di starting XI dibandingkan laga Liga Inggris sebelumnya.
Pemain Diminta Berani Bicara
Menurut Scholes, para pemain tidak boleh selalu diam jika merasa kebijakan rotasi merugikan performa tim. “Rotasi memang penting, tetapi jika terlalu sering, pemain kehilangan ritme. Oleh karena itu, mereka perlu berani bicara soal apa yang mereka butuhkan agar bisa tampil maksimal,” ujarnya dalam wawancara dengan BT Sport.
Selain itu, Scholes menambahkan bahwa pemain senior dan kelompok pemimpin di ruang ganti sangat krusial untuk menjaga keseimbangan tim. Dengan komunikasi terbuka, tim bisa lebih cepat menemukan ritme permainan yang tepat.
Brighton Masih Belum Konsisten
Selain itu, hasil di lapangan menunjukkan bahwa rotasi terlalu sering berdampak negatif. Dalam enam laga terakhir, Brighton hanya meraih dua kemenangan, dua imbang, dan dua kekalahan. Pergantian pemain yang sering membuat lini pertahanan dan lini tengah kehilangan chemistry.
Beberapa pemain senior, termasuk Pascal Groß dan Lewis Dunk, dikabarkan merasa frustrasi karena peran mereka terus berubah dari satu pertandingan ke pertandingan lain. Akibatnya, konsistensi tim pun menurun.
Potter Membela Keputusannya
Di sisi lain, Graham Potter tetap mempertahankan strategi rotasinya. Ia menegaskan bahwa perubahan pemain dilakukan berdasarkan kebutuhan taktis dan kondisi fisik tim.
“Tim ini memiliki jadwal yang padat, dan saya harus memastikan semua pemain segar. Oleh karena itu, rotasi bukan sekadar eksperimen, tetapi bagian dari strategi tim,” kata Potter kepada wartawan.
Brighton Perlu Menemukan Keseimbangan
Scholes menekankan bahwa Brighton perlu segera menyeimbangkan antara rotasi dan konsistensi. Jika tidak, performa tim bisa terus naik turun dan sulit bersaing di Liga Inggris maupun Liga Europa.
“Pemain butuh kepastian peran. Selain itu, jika komunikasi terbuka antara pelatih dan pemain terjalin, tim akan lebih kuat dan konsisten,” tutup Scholes.





