Microsoft Kini Pemegang Saham Besar,Kemitraan Strategis Diperkuat
OpenAI Resmi Restrukturisasi
fam68 – OpenAI pada Selasa, 28 Oktober 2025 mengumumkan penyelesaian restrukturisasi besar. Langkah ini memperkuat statusnya sebagai lembaga nirlaba. Dengan struktur baru, kontrol atas inovasi dan misi sosial AI tetap berada di tangan lembaga nirlaba.
Mengutip CNBC, Rabu (29/10/2025), OpenAI menyatakan bahwa divisi nirlabanya kini resmi bernama OpenAI Foundation. Lembaga ini memiliki saham senilai sekitar USD 130 miliar atau Rp 2.161 triliun (asumsi kurs Rp 16.614 per USD). Tujuannya adalah menjaga kendali atas arah strategis bisnis AI OpenAI.
Pembentukan OpenAI Group PBC
Dalam restrukturisasi ini, OpenAI Group PBC dibentuk sebagai perusahaan publik baru. Entitas ini menampung sebagian besar aktivitas komersial OpenAI. OpenAI Foundation memegang 26% saham, sementara karyawan dan investor lama memiliki 47% saham.
Microsoft Perluas Investasi
Microsoft, yang telah berinvestasi lebih dari USD 13 miliar atau Rp 216,12 triliun sejak 2019, menyatakan dukungannya terhadap rekapitalisasi OpenAI. Kini, Microsoft memegang 27% saham OpenAI Group PBC, setara dengan USD 135 miliar atau Rp 2.244 triliun.
Sebelumnya, Microsoft memegang 32,5% saham konversi di lembaga nirlaba sebelum pendanaan tambahan. Saham Microsoft ditutup naik 1,98% pada Selasa, menunjukkan optimisme pasar terhadap kemitraan ini.
“Kesuksesan OpenAI sebagai perusahaan akan meningkatkan nilai saham nirlaba, yang nantinya digunakan untuk mendukung proyek filantropi dan inovasi,” ujar OpenAI dalam blog resmi mereka.
Kendali Lembaga Nirlaba Tetap Terjaga
OpenAI didirikan pada 2015 sebagai laboratorium penelitian nirlaba. Selama beberapa tahun, perusahaan ini berkembang menjadi salah satu entitas AI komersial dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Saat ini, valuasi OpenAI diperkirakan mencapai USD 500 miliar atau Rp 8.311 triliun.
Pada 2024, OpenAI sempat mengumumkan rencana menjadi entitas nirlaba yang memisahkan divisi komersial. Namun, tekanan dari pemangku kepentingan dan mantan pegawai mendorong perusahaan untuk menegaskan kembali bahwa OpenAI Foundation tetap memegang kendali penuh. Yayasan ini juga menyiapkan komitmen awal USD 25 miliar untuk mempercepat inovasi di bidang kesehatan dan teknologi AI.
Kerja Sama Strategis dengan Microsoft
Selain restrukturisasi kepemilikan, kedua perusahaan menegaskan aturan baru terkait kolaborasi. Misalnya, klaim OpenAI tentang pencapaian Kecerdasan Umum Buatan (AGI) harus diverifikasi oleh panel ahli independen sebelum perjanjian bagi hasil berlaku.
Microsoft kini berhak mengembangkan AGI sendiri atau bekerja sama dengan pihak ketiga. Sementara itu, OpenAI dapat menghadirkan produk baru bersama mitra eksternal. Microsoft juga memperpanjang hak kekayaan intelektual untuk model dan produk OpenAI hingga 2032, termasuk produk pasca-AGI. Perangkat keras konsumen OpenAI dikecualikan.
“Dengan struktur baru ini, kami berada pada posisi yang lebih baik untuk menghadirkan solusi AI unggulan. Selain itu, kemitraan ini menciptakan peluang baru bagi bisnis dan memenuhi kebutuhan dunia nyata,” ujar Microsoft.
Microsoft dijadwalkan melaporkan hasil fiskal kuartal pertama 2026 setelah penutupan pasar pada Rabu mendatang.





