Home / Berita terviral / Harga Emas Berpotensi Menguat, Kebijakan The Fed Jadi Penentu Arah Pasar

Harga Emas Berpotensi Menguat, Kebijakan The Fed Jadi Penentu Arah Pasar

Prediksi Harga Emas Dunia Senin 27 Oktober 2025: Pasar Waspadai Sinyal Kuat dari The Fed

fam68 – Harga emas dunia diperkirakan akan bergerak fluktuatif pada perdagangan awal pekan ini, Senin (27/10/2025). Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS) masih menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan logam mulia tersebut.

Analis komoditas dari Global Market Insight, Rafiq Mahendra, menilai bahwa pelaku pasar kini berada dalam posisi menunggu sinyal resmi dari Federal Reserve (The Fed) setelah rilis data ekonomi AS yang menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

“Harga emas berpotensi bergerak di kisaran support USD 4.025 per troy ounce dan resistance di USD 4.210. Arah pasar akan sangat bergantung pada pernyataan pejabat The Fed terkait arah kebijakan suku bunga berikutnya,” kata Rafiq dalam analisisnya, Minggu (26/10/2025).

Menurutnya, penutupan perdagangan akhir pekan lalu menunjukkan stabilisasi setelah tekanan jual sempat mendominasi pertengahan minggu. Emas ditutup menguat di level USD 4.118 per troy ounce, naik tipis dibanding hari sebelumnya.


Sinyal Penurunan Suku Bunga Picu Harapan Baru

Rafiq menjelaskan, pelaku pasar kini memperkirakan The Fed akan memberikan sinyal lebih dovish menjelang rapat kebijakan bulan depan. Beberapa data ekonomi—terutama inflasi dan penjualan ritel—menunjukkan perlambatan, yang bisa menjadi alasan bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga.

“Jika penurunan suku bunga benar terjadi, maka dolar AS akan melemah, dan emas otomatis mendapatkan momentum penguatan baru. Investor biasanya beralih ke aset lindung nilai ketika prospek suku bunga rendah,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk jangka pendek, tren penguatan emas masih cukup terbuka. Namun, volatilitas diperkirakan meningkat karena sebagian investor masih mengambil posisi aman menjelang keputusan resmi dari bank sentral AS tersebut.


Ketegangan Timur Tengah Dorong Permintaan Emas Fisik

Selain faktor moneter, kondisi geopolitik juga memberi dukungan tambahan bagi pergerakan emas. Ketegangan baru di kawasan Timur Tengah antara Iran dan Israel menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.

Situasi itu membuat banyak investor institusional dan bank sentral kembali menambah cadangan emas sebagai bentuk proteksi. Data dari World Gold Council menunjukkan, pembelian emas oleh bank sentral global meningkat 6% pada kuartal terakhir.

“Selama ketidakpastian global meningkat, emas tetap menjadi aset paling dicari. Ini bukan hanya soal investasi, tetapi juga simbol kestabilan di tengah guncangan ekonomi dan politik,” tambah Rafiq.

BERITA LAINNYA

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *