Manchester City Jadi Penguasa Set Piece di Eropa
fam68 – Musim 2025/2026 menunjukkan wajah baru Manchester City. Selain dominan dalam penguasaan bola, tim asuhan Pep Guardiola kini tampil menakutkan dalam situasi bola mati, membuat lawan sulit mengantisipasi setiap serangan.
Kemenangan 3-1 atas Juventus di Liga Champions pekan ini menjadi bukti bahwa City kini bisa disebut sebagai salah satu tim paling berbahaya dari set piece di Eropa.
Efektivitas Bola Mati di Level Tinggi
Dua dari tiga gol City tercipta dari sepak pojok dan tendangan bebas yang dieksekusi dengan presisi tinggi. Bek Ruben Dias membuka keunggulan lewat sundulan memanfaatkan sepak pojok, sementara Phil Foden menyelesaikan serangan tendangan bebas dengan akurasi sempurna.
Guardiola pun menekankan pentingnya detail dalam situasi bola mati: “Di level Liga Champions, hal kecil seperti pergerakan di kotak penalti bisa menjadi penentu hasil. Kami bekerja keras untuk menyempurnakan setiap gerakan,” ungkapnya.
Strategi dan Pelatih Spesialis
Keberhasilan City dalam bola mati tak lepas dari peran pelatih spesialis set piece, yang direkrut musim ini untuk mengasah kreativitas eksekusi tendangan sudut dan bebas. Latihan intensif membentuk kombinasi antara kedisiplinan pemain bertahan dan kejutan taktis yang membuat lawan sering kelabakan.
Setiap pemain, dari lini belakang hingga lini tengah, punya peran jelas saat situasi bola mati. Dari Ederson yang memantau posisi lawan hingga De Bruyne yang memberikan umpan akurat, tak ada detail yang dilewatkan.
Pertahanan Tetap Kokoh
Meski fokus pada bola mati menyerang, pertahanan City tetap solid. Delapan clean sheet dalam 11 laga terakhir menjadi bukti bahwa mereka menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
“Permainan defensif dan ofensif harus seimbang. Bola mati hanyalah satu senjata, tapi integrasi dengan seluruh permainanlah yang membuat kami konsisten,” kata Guardiola.




